PADANG — Universitas Mercubaktijaya menyelenggarakan 1st Mercubaktijaya International Conference (1st MIC) 2026 pada Selasa, 29 September 2026, di Auditorium Universitas Mercubaktijaya. Konferensi internasional perdana tersebut mengangkat tema “Innovation and Digitalization in Multidisciplinary for Future Resilience.”
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Mercubaktijaya, Ises Reni, S.Kp., M.Kep. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Rektor I dan Wakil Rektor II, Ketua Yayasan beserta jajaran staf, para ketua program studi, kepala unit pelaksana teknis (UPT), tenaga pendidik (tendik), serta mahasiswa Universitas Mercubaktijaya.
Konferensi dilaksanakan secara hybrid, yakni peserta dapat mengikuti kegiatan secara langsung di Auditorium Universitas Mercubaktijaya maupun secara daring melalui platform Zoom Meeting. Format tersebut memungkinkan keterlibatan peserta dari berbagai wilayah dalam forum akademik internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Mercubaktijaya.
Dalam konferensi ini, Universitas Mercubaktijaya menghadirkan sejumlah narasumber dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Narasumber tersebut yakni Prof. Andryo Rusydi, Ph.D. dari National University of Singapore, Yani Maidelwita, SKM., M.Biomed., Ph.D. dari Universitas Mercubaktijaya, Prof. Dr. Siti Zaiton dari Universiti Teknologi Malaysia, serta Dr. Nongnuch Wongsawang dari Boromarajonani College of Nursing.
Tema “Innovation and Digitalization in Multidisciplinary for Future Resilience” menjadi fokus utama pembahasan dalam konferensi. Melalui tema tersebut, para peserta diajak melihat perkembangan inovasi dan digitalisasi dari berbagai perspektif keilmuan serta membahas penerapannya dalam menghadapi tantangan dan kebutuhan masa depan.
Kehadiran narasumber dari institusi pendidikan tinggi nasional dan internasional memberikan ruang bagi terjadinya pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik. Forum tersebut juga menjadi wadah bagi sivitas akademika untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan digitalisasi dalam konteks multidisipliner.
Bagi Universitas Mercubaktijaya, penyelenggaraan 1st MIC 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat kegiatan akademik serta memperluas jejaring dengan institusi pendidikan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan melibatkan unsur pimpinan, yayasan, pengelola program studi dan unit kerja, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa, konferensi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Melalui pelaksanaan konferensi internasional perdana tersebut, Universitas Mercubaktijaya terus mendorong ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta menghadapi tantangan di era inovasi dan digitalisasi.