Padang – Program Studi Diploma III Terapi Wicara, Fakultas Kesehatan dan Sains Universitas Mercubaktijaya (UMCB), melaksanakan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) bagi mahasiswa tingkat II pada 22–23 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi pembelajaran berbasis kompetensi yang bertujuan mengukur kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan pengetahuan, keterampilan klinis, serta sikap profesional sesuai dengan standar pelayanan terapi wicara.
Pelaksanaan OSCE berlangsung di Laboratorium Keterampilan Klinik Universitas Mercubaktijaya dengan menggunakan metode station-based examination, yaitu sistem ujian yang terdiri atas beberapa stasiun yang menyajikan berbagai skenario kasus klinis. Pada setiap stasiun, mahasiswa dituntut untuk menunjukkan kemampuan dalam menyelesaikan permasalahan yang menyerupai kondisi nyata di dunia pelayanan kesehatan.
Selama pelaksanaan ujian, peserta dinilai berdasarkan berbagai aspek kompetensi, mulai dari kemampuan melakukan asesmen pasien, komunikasi terapeutik, prosedur pemeriksaan, penegakan analisis kasus, hingga penyusunan intervensi terapi wicara sesuai standar operasional dan etika profesi. Setiap stasiun diawasi oleh dosen penguji yang melakukan penilaian secara objektif menggunakan instrumen yang telah distandarkan.
Ketua Program Studi DIII Terapi Wicara Universitas Mercubaktijaya menyampaikan bahwa OSCE merupakan instrumen evaluasi yang mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kesiapan mahasiswa sebelum memasuki praktik klinik maupun dunia kerja.
“OSCE tidak hanya menguji penguasaan teori, tetapi juga keterampilan klinis, kemampuan berpikir kritis, komunikasi profesional, serta ketepatan pengambilan keputusan dalam menangani berbagai kasus. Melalui evaluasi ini, mahasiswa dipersiapkan agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Pelaksanaan ujian berlangsung tertib dan lancar dengan tetap mengedepankan prinsip objektivitas serta standar mutu pendidikan. Seluruh mahasiswa mengikuti setiap tahapan dengan penuh kesungguhan, menunjukkan kesiapan dalam menghadapi berbagai skenario klinis yang telah dirancang oleh tim penguji. Antusiasme peserta mencerminkan komitmen mereka dalam mengembangkan kompetensi sebagai calon tenaga terapi wicara yang profesional.
OSCE juga menjadi salah satu bentuk implementasi kurikulum berbasis kompetensi yang diterapkan oleh Program Studi DIII Terapi Wicara Universitas Mercubaktijaya. Melalui metode evaluasi ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami konsep teoritis, tetapi juga mampu mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan teknis, kemampuan komunikasi, dan sikap profesional dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
Universitas Mercubaktijaya terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja. Penguatan kompetensi melalui pelaksanaan OSCE menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan vokasi di bidang kesehatan sekaligus mendukung lahirnya tenaga terapi wicara yang unggul, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan layanan kesehatan.