Padang – Rektor Universitas Mercubaktijaya (UMCB), Ises Reni, S.Kp., M.Kep., menghadiri Pembukaan Program Diaspora Berdampak Tahun 2026 yang mengusung tema “Kolaborasi Internasional untuk Penguatan Riset, Inovasi, dan Pengembangan SDM Menuju Indonesia Berdampak” pada Rabu , 5 Agustus 2026. Kehadiran Rektor didampingi jajaran staf Universitas Mercubaktijaya sebagai wujud komitmen institusi dalam memperluas jejaring kerja sama internasional guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh pimpinan berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat, di antaranya Universitas Andalas, Universitas Mercubaktijaya, dan Universitas Bung Hatta, serta dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., yang memberikan arahan mengenai pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan diaspora Indonesia dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.

Program Diaspora Berdampak 2026 merupakan salah satu inisiatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang bertujuan mempertemukan akademisi diaspora Indonesia dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Melalui program ini diharapkan terbangun kolaborasi internasional yang mampu memperkuat riset, inovasi, transfer pengetahuan, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga mendapatkan paparan dari Prof. Andrivo Rusydi, Ph.D., yang membahas peluang penguatan kolaborasi akademik internasional, pengembangan riset bersama, serta pentingnya membangun ekosistem inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan global. Materi yang disampaikan memberikan perspektif mengenai bagaimana jejaring diaspora dapat menjadi katalisator bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan daya saing bangsa.

Rektor Universitas Mercubaktijaya, Ises Reni, S.Kp., M.Kep., menyampaikan bahwa keikutsertaan UMCB dalam Program Diaspora Berdampak merupakan langkah strategis dalam memperluas jejaring internasional dan membuka peluang kolaborasi dengan akademisi Indonesia yang berkiprah di berbagai institusi dunia.

“Program Diaspora Berdampak menjadi ruang yang sangat penting bagi perguruan tinggi untuk membangun kolaborasi internasional yang lebih luas. Melalui sinergi dengan para akademisi diaspora, kami berharap dapat memperkuat riset, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas publikasi ilmiah, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Ises Reni.

Selain menjadi forum pertukaran gagasan, kegiatan ini juga membuka peluang kerja sama dalam berbagai bidang, seperti penelitian kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas akademik, hingga hilirisasi hasil riset. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong transformasi pendidikan tinggi Indonesia agar semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat global.

Keikutsertaan Universitas Mercubaktijaya dalam Program Diaspora Berdampak 2026 merupakan bagian dari komitmen universitas untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi melalui kemitraan strategis di tingkat nasional maupun internasional. Sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, UMCB terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi global dalam mencetak lulusan unggul serta menghasilkan riset dan inovasi yang berdampak bagi pembangunan bangsa.