Padang — Menjadi pendidik bagi peserta didik berkebutuhan khusus tidak cukup hanya dengan menguasai teori. Kompetensi praktis, kreativitas, serta pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam mempersiapkan calon pendidik yang mampu memberikan layanan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik setiap peserta didik.

Hal tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Khusus Universitas Mercubaktijaya (UMCB) melalui kegiatan praktik laboratorium. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan secara langsung melalui berbagai bentuk latihan dan stimulasi yang relevan dengan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.

Dalam praktik yang dilaksanakan pada Kamis, , 13 Agustus 2026, mahasiswa mendapatkan pengalaman pada sejumlah bidang kompetensi, di antaranya Bina Gerak, yang berfokus pada pengembangan kemampuan gerak dan motorik secara terarah. Mahasiswa juga mempelajari Bina Persepsi, Komunikasi, Bunyi dan Irama untuk mendukung kemampuan persepsi, komunikasi, serta respons peserta didik terhadap bunyi dan irama.

Selain itu, terdapat praktik Bina Diri yang bertujuan melatih kemandirian dan keterampilan peserta didik dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari. Pada aspek komunikasi, mahasiswa juga memperoleh pengalaman melalui Bina Bicara, yang diarahkan pada pengembangan kemampuan bahasa, komunikasi, dan bicara.

Sementara itu, melalui Sensory Integrasi, mahasiswa mempelajari berbagai bentuk stimulasi sensorik yang dapat mendukung perkembangan serta kemampuan fungsional peserta didik. Berbagai praktik tersebut menjadi bagian penting dalam membekali mahasiswa agar mampu memahami kebutuhan peserta didik secara lebih komprehensif.

Pembelajaran berbasis praktik juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami konsep secara akademik, tetapi mampu menerapkannya dalam situasi nyata. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan untuk merancang dan memberikan layanan pendidikan yang tepat, adaptif, dan berorientasi pada potensi setiap peserta didik.

“Belajar menjadi pendidik bukan hanya memahami teori, tetapi juga terampil dalam praktik dan mampu memberikan layanan sesuai kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus,” ujar Anggawati Imanniyah, M.Pd, yang merupakan Ka.Prodi S1 Pendidikan Khusus dalam keterangannya.

Menurutnya, menjadi pendidik anak berkebutuhan khusus membutuhkan lebih dari sekadar pengetahuan. Keterampilan, kreativitas, dan pengalaman nyata menjadi modal penting yang harus dimiliki calon pendidik untuk menghadapi keberagaman kebutuhan peserta didik.

Melalui praktik laboratorium yang terintegrasi dalam proses pembelajaran, S1 Pendidikan Khusus UMCB terus berupaya membangun kompetensi mahasiswa agar menjadi calon pendidik yang profesional, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap pendidikan yang inklusif.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen UMCB dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia pendidikan dan kebutuhan peserta didik di lapangan.